Tampilkan postingan dengan label akhlak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akhlak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 April 2016

Untuk Para Istri

بسم الله الرحمن الرحيم

"Masihkah aku harus menuntutmu wahai Suamiku?"

"Ganti kerjaan saja Pa, cari yang lebih baik"

"Coba bisnis ini aja Bah, lebih prospek"

"Pindah saja ke perusahaan ini Yah, mana bisa move on kalau tetep gini-gini aja"

"Jangan mas, jangan resign, nanti keluarga kita gimana, rumah masih nyicil, mobil belum punya"

"Coba deh Pi, nglamar kerjaan di situ, bisa berkali lipat gajinya, belum tunjangannya,"

"Ya kalau cuma dokter umum kapan bisa kaya Pa, gak papa sekolah aja lagi cari bea siswa, atau kerja di RS ini lebih profitable, coba lihat itu dr.A sudah mobilnya saja 2.. "

Dan sekian lagi...
Apapun profesi si Suami,
Ada sekian kata-kata yang mungkin saja seorang istri sampaikan pada suaminya.
Dengan dalih sekedar "memberi saran" duniawi.
Dengan dalih sharing "mewujudkan keluarga samara"
Sakinah
Mawaddah
Wa rahmah.

Sekilas.

Entah sadar atau tidak,
Ah, mungkin si istri lupa,
Atau pura-pura lupa
Atau jangan-jangan belum tahu ayat ini:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُلَا يَحْتَسِبُ (١)
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا( ٢)

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)

Kerja sekeras apapun, bukan jaminan kita akan menjadi KAYA
Karena rezeki kita sudah ditakdirkan sejak kita dalam janin ibu-ibu kita...

Mungkin si istri tadi lupa,
Ketika dia menuntut lebih dari dunia ini,
konsekuensinya suami akan "terseret" pada kehidupan yang fana.

Bayangkan,
Ketika lelah bekerja di pagi bahkan sampai malam hari
Maka apa yang tersisa?
Mungkin untuk shalat berjama'ah di masjid saja "keteteran"
Tak bisa si suami tunaikan dengan sebaik-baiknya.

Entah dari segi meninggalkan sunnah-sunnah sebelum shalat berjama'ah
Atau yang lain

Mungkin si istri lupa,
Semakin lelah suami mencari nafkah, itu akan semakin mengurangi porsi akhirat.

Kok bisa?

Dunia dan akhirat tak bisa fifty-fifty.
Siapa yang menghendaki akhirat, jelas akan ada dari dunianya yang harus dikorbankan.
Mau tidak mau.
Sunnatullah.

Begitupun,
Ketika seseorang menghendaki dunia, tujuan hidupnya untuk dunia,
Maka bagian akhiratnya pun akan terlalaikan

Tak perlu menutup mata dari hiruk pikuk duniawi masyarakat awam kita
Bahkan dengan mudah kita saksikan
Betapa hebat mereka bersemangat kerja,
Berangkat subuh pulang maghrib,
Bahkan ada yang 24 jam ditempat kerja
Dedikasi pada dunia kerja mereka.

Yaa Ummahat fillah..
Apakah yang membedakan kita dengan mereka?
Tentu saja 1:
"Wahai suamiku, ambillah dunia seperlunya....
Cukup untuk kita menegakkan tulang beribadah kepada-Nya
Lalu pulanglah,
tarbiyah kami di atas Sunnah,"

Ath thalaq ayat 1-2,
tak sekedar dibaca
Tapi harusnya kita yakini,
Bahwa TAQWA adalah solusi terbaik.

Semoga Allah menjadikan kita sebagai istri-istri yang membantu suami dalam ketaqwaan kepada Allah.
Bukan malah sebaliknya,
Kita berlindung kepada Allah dari jeleknya akhlak kita, hawa nafsu kita.. yang bisa menjerumuskan suami pada kubangan dunia.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

@RumahBelajar
Channel telegram KHUSUS IKHWAN:
📡https://bit.ly/rumah-belajar
Channel telegram KHUSUS AKHAWAT:
🌹https://bit.ly/rumahbelajar2
Read More...

Rabu, 30 Maret 2016

Rahasia Hidup Tenang


Hasan Basri ditanya:
Apa rahasia zuhudmu di dunia ini?

1. Aku tahu rizqiku tidak akan diambil orang lain, karena itu hatiku selalu tenang.

2. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal shaleh.

3. Aku tahu ALLAH Ta'ala selalu memerhatikanku, karena itulah aku malu jika ALLAH melihatku sedang dalam maksiat.

4. Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan ALLAH........

Sahabat2ku...

Jangan tertipu
dengan usia MUDA
karena syarat Mati
TIDAK harus TUA.

Jangan terpedaya dengan
tubuh yang SEHAT
karena syarat Mati
TIDAK mesti SAKIT

Jangan terperdaya dengan
Harta Kekayaaan
sebab
Si kaya pun tidak menggali kubur
untuk dia tempati sendiri.

Mari Terus berbuat BAIK,
berniat untuk BAIK,
berkata yang BAIK-BAIK,
Memberi nasihat yang
BAIK Meskipun TIDAK
banyak orang yang
mengenalimu dan
Tidak suka dgn Nasihatmu

Cukup lah اللهِ yang
mengenalimu lebih dari
pada orang lain.

Jadilah bagai JANTUNG
yang tidak terlihat,
tetapi terus berdenyut
setiap saat hingga kita
terus dapat hidup, berkarya
dan menebar manfaat
bagi sekeliling kita
sampai diberhentikan
oleh-NYA

Sahabatku...

"Waktu yang kusesali adalah jika pagi hingga matahari terbenam,
amalku tidak bertambah sedikit pun, padahal aku tahu saat ini umurku berkurang.."(Ibnu Mas'ud radhiyallahu'anhu)
Read More...

Selasa, 29 Maret 2016

Mari Bersikap Tawadhu'


SEORANG MU’MIN TIDAK PERNAH MERASA LEBIH BAIK DIBANDINGKAN SAUDARANYA

📂 Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah

☝🏻 Sesungguhnya persaksian seorang hamba terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahannya, hal itu akan menyebabkan dia merasa tidak memiliki kelebihan atau keutamaan atas seorang pun, dan juga tidak merasa memiliki hak terhadap seorang pun. Hal itu karena dia selalu menyaksikan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahannya, sehingga dia pun tidak pernah menganggap bahwa dirinya lebih baik dari seorang muslim pun yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengharamkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

💡 Jadi jika dia menyaksikan hal itu, maka dia tidak akan pernah merasa dirinya memiliki hak-hak atas orang lain berupa pemuliaan yang berhak dia tuntut dari mereka dan berhak mencela mereka jika mereka tidak memenuhinya. Karena sesungguhnya dirinya dalam pandangannya terlalu hina dan tidak ada harganya untuk merasa memiliki hak-hak atas hamba-hamba Allah yang wajib atas mereka untuk memperhatikannya. Atau karenanya dia merasa memiliki keutamaan yang menyebabkan dia berhak untuk dimuliakan dan dihormati serta diutamakan atas orang lain.

🔥 Maka dia pun menilai jika ada seseorang mengucapkan salam kepadanya atau menjumpainya dengan wajah ceria, berarti orang tersebut telah berbuat baik kepadanya dan telah memberinya sesuatu yang sebenarnya dia merasa tidak pantas untuk menerimanya. Sehingga dia pun merasa lapang dadanya dan tidak menyibukkan manusia dari keluh kesahnya dan kemarahannya kepada orang lain. Maka alangkah baik kehidupannya, alangkah nikmat hatinya, dan alangkah sejuk pandangan matanya.

👋🏻 Bandingkan orang tersebut dengan seseorang yang selalu mencela hamba-hamba Allah, mengeluhkan mereka karena dia anggap tidak memenuhi haknya, dan dia selalu marah kepada mereka, padahal mereka lebih besar kemarahannya terhadapnya.

🌱 Maka Maha Suci Allah yang hikmah-Nya membuat akal-akal makhluk-Nya tercengang tidak mampu mengukurnya.

📚 Sumber artikel: Miftaah Daaris Sa’aadah, II/296

🌐 Kunjungi || http://forumsalafy.net/seorang-mumin-tidak-pernah-merasa-lebih-baik-dibandingkan-saudaranya/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

••••••••••••••••••••••
📲 Diposting ulang oleh
🌏Admin Salafiyat Indonesia ~ASIA~🇲🇨

🌐 http://adminsalafiyat.blogspot.co.id
📱Channel Telegram
bit.ly/SalafiyatIndonesia

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Read More...

Senin, 28 Maret 2016

Dunia itu Ibarat Air

Subhanallah jangan terluput darimu faedah ini...

🔖 Al-Allamah Al-Qurthuby rahimahullah berkata: 

💡 Allah ta'ala berfirman:
" Dan berilah permisalan kepada mereka, permisalan kehidupan dunia itu ibarat air yang Kami turunkan dari langit." (QS. Al-Kahfi 45)

📃 Para ahli hikmah berkata:  Allah menyerupakan dunia ini dengan air:

⏩ 1. Karena air itu tidak menetap dalam satu tempat, demikian pula dunia dia tidak akan berdiam pada satu keadaan.

⏩ 2. Karena air itu akan pergi dan tidak abadi, demikian pula dunia itu akan binasa.

⏩ 3. Karena air itu, tidak seorangpun yang mampu memasukinya dalam keadaan dia tidak basah, demikian juga dunia, tidak ada seorangpun yang selamat dari fitnah dan bahayanya.

⏩ 4. Karena air itu jika sesuai kadarnya ia akan bermanfaat dan bisa menumbuhkan (tanaman), tapi jika melampaui batas kebutuhan akan memudharatkan membinasakan. Demikian juga dunia. Sedang-sedang dari dunia itu bermanfaat dan berlebih-lebihan akan memudharatkan.
selesai.

📚 (Jami' li ahkaam Al-Quran 13/289)

📂 Sumber : Channel Telegram Syaikh Fawwaz al Madkhali hafizhahullah

🌐 Kunjungi Lengkapnya || http://forumsalafy.net/dunia-itu-ibarat-air/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
🌹AKHWATY🌹

Read More...

Dua Problem Terbesar Umat Islam

asy-Syaikh al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah,

🔎 "Aku perhatikan, sangat disesalkan bahwa manusia pada hari ini mementingkan sisi pertama, yaitu ilmu, namun tidak mementingkan sisi yang lain, yaitu akhlak dan tata krama.

🕹 Apabila dulu Nabi — shallallahu 'alaihi wa sallam — nyaris membatasi dakwah beliau dalam rangka akhlak yang baik dan mulia, tatkala beliau menyatakannya dengan ungkapan pembatasan  dalam sabda beliau,

(إنما بُعثت لأتمم مكارم الأخلاق)
"Hanyalah aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."

🌼 Sabda beliau itu tidak lain menunjukkan bahwa akhlak yang mulia merupakan bagian asasi (mendasar) dari dakwah Rasulullah — 'alahi ash-Shalatu wa as-Salam —

🎯 Pada kenyataannya sejak awal aku memulai menuntut ilmu dan Allah memberi hidayah kepadaku Tauhid yang murni, dan aku tahu kondisi kehidupan alam Islami yang jauh dari tuntunan Tauhid, ketika itu aku memandang bahwa  problem pada Alam Islami hanyalah karena mereka jauh dari memahami hakekat makna "Laailaaha illallah".

🌅 Namun bersama dengan waktu, menjadi jelas bagiku bahwa di sana ada problem lain di Alam Islami ini, tambahan dari problem asasi yang pertama — yaitu JAUHNYA UMAT dari TAUHID —
Problem lainnya adalah : mayoritas umat TIDAK BERAKHLAQ DENGAN AKHLAQ ISLAMI YANG BENAR, kecuali dalam jumlah yang terbatas."

📀 Fatawa Jeddah, Kaset no. 34 (4:38)

🔍قال المحدث محمد ناصر الدين الألباني رحمه الله:

أنا ألاحظ مع الأسف أن الناس اليوم يهتمون بالجانب الأول ألا وهو العلم ولا يهتمون بالجانب الآخر ألا وهو الأخلاق والسلوك
فإذا كان النبي صلى الله عليه واله وسلم يكاد يحصر دعوته من اجل محاسن الأخلاق ومكارمها حينما يأتي بأداة الحصر فيقول: (إنما بُعثت لأتمم مكارم الأخلاق) , فإنما ذلك يعني أن مكارم الأخلاق جزء أساسي من دعوة الرسول عليه الصلاة والسلام.

والواقع أنني كنت في ابتداء طلبي للعلم وهداية الله عز وجل إياي إلى التوحيد الخالص واطلاعي على ما يعيشه العالم الإسلامي من البعد عن هذا التوحيد,

كنت أظن أن المشكلة في العالم الإسلامي إنما هي فقط ابتعادهم عن فهمهم لحقيقة معنى لا اله إلا الله .

ولكني مع الزمن صرت أتبيّن أن هناك مشكلة أخرى في هذا العالم تُضاف إلى المشكلة الأولى الأساسية - ألا وهي بُعدهم عن التوحيد - المشكلة

الأخرى: أنهم أكثرهم لا يتخلقون بأخلاق الإسلام الصحيحة إلا بقدر زهيد...

📼 فتاوى جدة شريط 34 (د. 4:38) .

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

••••••••••••••••••••••
📲 Diposting ulang oleh
🌏Admin Salafiyat Indonesia ~ASIA~🇲🇨

🌐 http://adminsalafiyat.blogspot.co.id
📱Channel Telegram
bit.ly/SalafiyatIndonesia

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

Read More...