Sabtu, 09 April 2016

Syair Nahwu... Subhanallah, Menarik sekali..

๐ŸŒบู‚ุตูŠุฏุฉ ุบุฒู„ูŠุฉ
๐ŸŒบSyair Ghazaliyyah

๐ŸŒธุชุถู…ู†ุช ู…ูˆุถูˆุนุงุช ููŠ ุงู„ู†ุญูˆ ุงู„ุนุฑุจูŠ
๐ŸŒธTersisipkan di dalamnya topik-topik tata bahasa arab

๐ŸŒน(ุงุฑูุน) ูุคุงุฏูŠ ูŠุง ุญุจูŠุจ ุฎุดูˆุนุง
ูˆ(ุงู†ุตุจ) ุนูŠูˆู†ูŠ ููŠ ู‡ูˆุงูƒ ุฎุถูˆุนุง
(Rafa') busungkanlah dada duhai kesayangan, dengan tenang...
Dan (Nashab) pejam

kan kedua mata rapat, saat angin berhembus dengan kerendahan hati...

๐ŸŒนูˆุงูƒุชุจ ุจ(ุฃุณู„ูˆุจ ุงู„ุชุนุฌุจ) ู‚ุตุฉ
ุนู†ุง ูˆ(ุงุณูƒู†) ุฎุงูู‚ุง ูˆุถู„ูˆุนุง
Dan tulis dengan (Uslub Ta'ajjub) penuh kekaguman, sebuah kisah
Tentang kami, dan (Sukun) tenanglah penuh perhatian duduk bersandar

๐ŸŒนู‡ุฐุง (ู†ุฏุงุก) ุงู„ุญุจ ูŠุบุณู„ ุธู„ู…ุฉ ุงู„ (ู†ููŠ)
ุงู„ุนู‚ูŠู… ูˆ(ูŠุตุฑู ุงู„ู…ู…ู†ูˆุนุง)
Inilah (Nida') panggilan cinta yang mencuci bersih gelapnya (nafy) rasa diabaikan
Saat sakit dan (Mensharf isim yang mamnu') memalingkan larangan-larangan -kesedihan-

๐ŸŒนุฃู†ุนุด ุจ(ุฃุณู…ุงุก) ุงู„ุบุฑุงู… ุดุจุงุจู†ุง
ูˆุงู…ุณุญ ุจ(ุฃูุนุงู„) ุงู„ูˆุตุงู„ ุฏู…ูˆุนุง
Aku hidup dengan ( isim-isim ) semangat dan kekeliruan masa muda kita
Hapuslah dengan (fi'il-fi'il) perbuatan baik yang mengalirkan air mata

๐ŸŒนูˆุงุญุฐู ุญุฑูˆู (ุงู„ุฌุฒู…) ูˆุงุณุชุจุฏู„ ุจู‡ุง
(ุนุทูุง) ูˆูุฌุฑ ุญุจู†ุง ูŠู†ุจูˆุนุง

Hapuslah perilaku (Jazm) kekakuan, gantikan dengan
('Athaf) kasih sayang dan alirkan cinta kita di muara

๐ŸŒนุณุฃูƒูˆู† (ู…ุชุตู„ุง) ุณุฃุตุจุญ ุชุงุฑุฉ
(ุญุงู„ุง) ูˆุฃุบุฏูˆ (ุณุงู„ู…ุง ู…ุฌู…ูˆุนุง)
Aku akan menjadi (muttashil) penghubung, sekali waktu aku akan menjadi
(Haal) waktu pagi hari, dan di siang hari aku akan ( saalim jama') selamat bersama-sama

๐ŸŒนูˆุฃุตูŠุฑ (ุชูˆูƒูŠุฏุง) ูˆ(ุธุฑูุง) ู„ู„ุฒู…ุงู†
ู…ุน ุงู„ู…ูƒุงู† ุฅุฐุง ุชุดุงุก ุฌู…ูŠุนุง
Akupun menjadi semakin (taukid) yakin dan (dzharaf) tersibukkan oleh waktu
Dengan tempat, bila kau mau, keduanya

๐ŸŒนู„ูˆ ุตุฑุช (ู…ุจุชุฏุฃ) ู„ุตุฑุช ุฃู†ุง ุฅุฐู†
(ุฎุจุฑุง) ุจู‚ุฑุจูƒ ู„ุง ูŠุทูŠู‚ ุฑุฌูˆุนุง
Bila engkau adalah (mubtada') pemula, tentu aku kan beri izin
(Khabar) untuk berita agar ada di sisimu dan tak mampu kembali

๐ŸŒนูุงุฌุนู„ (ุถู…ูŠุฑ) ุงู„ุดูˆู‚ ุนู†ูˆุงู†ุง ู„ู†ุง
ูˆุงุฑุณู… ุจุญุจุฑ ุบุฑุงู…ู†ุง ุงู„ุชูˆู‚ูŠุนุง
Jadikanlah (dhamir) tersembunyi kerinduan yang nampak tandanya pada kita
Dan gambarlah dengan tinta gairah yang menetes

๐ŸŒนุณุฃุธู„ ุฃุนุดู‚ ููŠูƒ(ุฅุนุฑุงุจ) ุงู„ู‡ูˆู‰
ูˆู…ู† ุงู„ุฌู…ุงู„(ุจู„ุงุบุฉ) ูˆ(ุจุฏูŠุนุง)
Aku akan semakin mencintaimu (i'rab) menampilkan keinginan
Dari keindahan (balaghah) retorika dengan (badii') begitu cantiknya

๐ŸŒนูˆุชุธู„ (ุชู…ูŠูŠุฒุง) ูˆุฌู…ู„ุฉ ุนุงุดู‚
ูˆุณุท ุงู„ูุคุงุฏ ูˆ(ูุงุนู„ุง) ู…ุฑููˆุน
Dan engkau kembali menjadi (tamyiz) terpilih, kekasih yang indah
Di tengah hatiku dan (fa'il) seseorang yang terkenang...

๐Ÿ“ŽTerjemah bebas oleh ummuFurayhan Fauziyyah..

Mohon maaf, karena syair arab menggunakan susunan yang cukup rumit -tapi indah luar biasa-,,
Tentu ada kekeliruan di sana sini,,
Mohon kontak ana untuk masukan dan sarannya,, jazakumullahukhairan wa baarakallahufiikum๐ŸŒบ

๐Ÿ’ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ๐Ÿ’
Read More...

Selasa, 05 April 2016

Untuk Para Istri

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

"Masihkah aku harus menuntutmu wahai Suamiku?"

"Ganti kerjaan saja Pa, cari yang lebih baik"

"Coba bisnis ini aja Bah, lebih prospek"

"Pindah saja ke perusahaan ini Yah, mana bisa move on kalau tetep gini-gini aja"

"Jangan mas, jangan resign, nanti keluarga kita gimana, rumah masih nyicil, mobil belum punya"

"Coba deh Pi, nglamar kerjaan di situ, bisa berkali lipat gajinya, belum tunjangannya,"

"Ya kalau cuma dokter umum kapan bisa kaya Pa, gak papa sekolah aja lagi cari bea siswa, atau kerja di RS ini lebih profitable, coba lihat itu dr.A sudah mobilnya saja 2.. "

Dan sekian lagi...
Apapun profesi si Suami,
Ada sekian kata-kata yang mungkin saja seorang istri sampaikan pada suaminya.
Dengan dalih sekedar "memberi saran" duniawi.
Dengan dalih sharing "mewujudkan keluarga samara"
Sakinah
Mawaddah
Wa rahmah.

Sekilas.

Entah sadar atau tidak,
Ah, mungkin si istri lupa,
Atau pura-pura lupa
Atau jangan-jangan belum tahu ayat ini:

ูˆَู…َู†ْ ูŠَุชَّู‚ِ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุฌْุนَู„ْ ู„َู‡ُ ู…َุฎْุฑَุฌًุง ูˆَูŠَุฑْุฒُู‚ْู‡ُ ู…ِู†ْ ุญَูŠْุซُู„َุง ูŠَุญْุชَุณِุจُ (ูก)
ูˆَู…َู†ْ ูŠَุชَูˆَูƒَّู„ْ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ูَู‡ُูˆَ ุญَุณْุจُู‡ُ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุจَุงู„ِุบُ ุฃَู…ْุฑِู‡ِ ู‚َุฏْ ุฌَุนَู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„ِูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ู‚َุฏْุฑًุง( ูข)

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)

Kerja sekeras apapun, bukan jaminan kita akan menjadi KAYA
Karena rezeki kita sudah ditakdirkan sejak kita dalam janin ibu-ibu kita...

Mungkin si istri tadi lupa,
Ketika dia menuntut lebih dari dunia ini,
konsekuensinya suami akan "terseret" pada kehidupan yang fana.

Bayangkan,
Ketika lelah bekerja di pagi bahkan sampai malam hari
Maka apa yang tersisa?
Mungkin untuk shalat berjama'ah di masjid saja "keteteran"
Tak bisa si suami tunaikan dengan sebaik-baiknya.

Entah dari segi meninggalkan sunnah-sunnah sebelum shalat berjama'ah
Atau yang lain

Mungkin si istri lupa,
Semakin lelah suami mencari nafkah, itu akan semakin mengurangi porsi akhirat.

Kok bisa?

Dunia dan akhirat tak bisa fifty-fifty.
Siapa yang menghendaki akhirat, jelas akan ada dari dunianya yang harus dikorbankan.
Mau tidak mau.
Sunnatullah.

Begitupun,
Ketika seseorang menghendaki dunia, tujuan hidupnya untuk dunia,
Maka bagian akhiratnya pun akan terlalaikan

Tak perlu menutup mata dari hiruk pikuk duniawi masyarakat awam kita
Bahkan dengan mudah kita saksikan
Betapa hebat mereka bersemangat kerja,
Berangkat subuh pulang maghrib,
Bahkan ada yang 24 jam ditempat kerja
Dedikasi pada dunia kerja mereka.

Yaa Ummahat fillah..
Apakah yang membedakan kita dengan mereka?
Tentu saja 1:
"Wahai suamiku, ambillah dunia seperlunya....
Cukup untuk kita menegakkan tulang beribadah kepada-Nya
Lalu pulanglah,
tarbiyah kami di atas Sunnah,"

Ath thalaq ayat 1-2,
tak sekedar dibaca
Tapi harusnya kita yakini,
Bahwa TAQWA adalah solusi terbaik.

Semoga Allah menjadikan kita sebagai istri-istri yang membantu suami dalam ketaqwaan kepada Allah.
Bukan malah sebaliknya,
Kita berlindung kepada Allah dari jeleknya akhlak kita, hawa nafsu kita.. yang bisa menjerumuskan suami pada kubangan dunia.

ุฑَุจَّู†َุง ู‡َุจْ ู„َู†َุง ู…ِู†ْ ุฃَุฒْูˆَุงุฌِู†َุง ูˆَุฐُุฑِّูŠَّุงุชِู†َุง ู‚ُุฑَّุฉَ ุฃَุนْูŠُู†ٍ ูˆَุงุฌْุนَู„ْู†َุง ู„ِู„ْู…ُุชَّู‚ِูŠู†َ ุฅِู…َุงู…ًุง

@RumahBelajar
Channel telegram KHUSUS IKHWAN:
๐Ÿ“กhttps://bit.ly/rumah-belajar
Channel telegram KHUSUS AKHAWAT:
๐ŸŒนhttps://bit.ly/rumahbelajar2
Read More...

Rabu, 30 Maret 2016

Rahasia Hidup Tenang


Hasan Basri ditanya:
Apa rahasia zuhudmu di dunia ini?

1. Aku tahu rizqiku tidak akan diambil orang lain, karena itu hatiku selalu tenang.

2. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal shaleh.

3. Aku tahu ALLAH Ta'ala selalu memerhatikanku, karena itulah aku malu jika ALLAH melihatku sedang dalam maksiat.

4. Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan ALLAH........

Sahabat2ku...

Jangan tertipu
dengan usia MUDA
karena syarat Mati
TIDAK harus TUA.

Jangan terpedaya dengan
tubuh yang SEHAT
karena syarat Mati
TIDAK mesti SAKIT

Jangan terperdaya dengan
Harta Kekayaaan
sebab
Si kaya pun tidak menggali kubur
untuk dia tempati sendiri.

Mari Terus berbuat BAIK,
berniat untuk BAIK,
berkata yang BAIK-BAIK,
Memberi nasihat yang
BAIK Meskipun TIDAK
banyak orang yang
mengenalimu dan
Tidak suka dgn Nasihatmu

Cukup lah ุงู„ู„ู‡ِ yang
mengenalimu lebih dari
pada orang lain.

Jadilah bagai JANTUNG
yang tidak terlihat,
tetapi terus berdenyut
setiap saat hingga kita
terus dapat hidup, berkarya
dan menebar manfaat
bagi sekeliling kita
sampai diberhentikan
oleh-NYA

Sahabatku...

"Waktu yang kusesali adalah jika pagi hingga matahari terbenam,
amalku tidak bertambah sedikit pun, padahal aku tahu saat ini umurku berkurang.."(Ibnu Mas'ud radhiyallahu'anhu)
Read More...

Selasa, 29 Maret 2016

Mari Bersikap Tawadhu'


SEORANG MU’MIN TIDAK PERNAH MERASA LEBIH BAIK DIBANDINGKAN SAUDARANYA

๐Ÿ“‚ Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah

☝๐Ÿป Sesungguhnya persaksian seorang hamba terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahannya, hal itu akan menyebabkan dia merasa tidak memiliki kelebihan atau keutamaan atas seorang pun, dan juga tidak merasa memiliki hak terhadap seorang pun. Hal itu karena dia selalu menyaksikan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahannya, sehingga dia pun tidak pernah menganggap bahwa dirinya lebih baik dari seorang muslim pun yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengharamkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

๐Ÿ’ก Jadi jika dia menyaksikan hal itu, maka dia tidak akan pernah merasa dirinya memiliki hak-hak atas orang lain berupa pemuliaan yang berhak dia tuntut dari mereka dan berhak mencela mereka jika mereka tidak memenuhinya. Karena sesungguhnya dirinya dalam pandangannya terlalu hina dan tidak ada harganya untuk merasa memiliki hak-hak atas hamba-hamba Allah yang wajib atas mereka untuk memperhatikannya. Atau karenanya dia merasa memiliki keutamaan yang menyebabkan dia berhak untuk dimuliakan dan dihormati serta diutamakan atas orang lain.

๐Ÿ”ฅ Maka dia pun menilai jika ada seseorang mengucapkan salam kepadanya atau menjumpainya dengan wajah ceria, berarti orang tersebut telah berbuat baik kepadanya dan telah memberinya sesuatu yang sebenarnya dia merasa tidak pantas untuk menerimanya. Sehingga dia pun merasa lapang dadanya dan tidak menyibukkan manusia dari keluh kesahnya dan kemarahannya kepada orang lain. Maka alangkah baik kehidupannya, alangkah nikmat hatinya, dan alangkah sejuk pandangan matanya.

๐Ÿ‘‹๐Ÿป Bandingkan orang tersebut dengan seseorang yang selalu mencela hamba-hamba Allah, mengeluhkan mereka karena dia anggap tidak memenuhi haknya, dan dia selalu marah kepada mereka, padahal mereka lebih besar kemarahannya terhadapnya.

๐ŸŒฑ Maka Maha Suci Allah yang hikmah-Nya membuat akal-akal makhluk-Nya tercengang tidak mampu mengukurnya.

๐Ÿ“š Sumber artikel: Miftaah Daaris Sa’aadah, II/296

๐ŸŒ Kunjungi || http://forumsalafy.net/seorang-mumin-tidak-pernah-merasa-lebih-baik-dibandingkan-saudaranya/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

••••••••••••••••••••••
๐Ÿ“ฒ Diposting ulang oleh
๐ŸŒAdmin Salafiyat Indonesia ~ASIA~๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

๐ŸŒ http://adminsalafiyat.blogspot.co.id
๐Ÿ“ฑChannel Telegram
bit.ly/SalafiyatIndonesia

๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚
Read More...

Senin, 28 Maret 2016

Dunia itu Ibarat Air

Subhanallah jangan terluput darimu faedah ini...

🔖 Al-Allamah Al-Qurthuby rahimahullah berkata: 

💡 Allah ta'ala berfirman:
" Dan berilah permisalan kepada mereka, permisalan kehidupan dunia itu ibarat air yang Kami turunkan dari langit." (QS. Al-Kahfi 45)

📃 Para ahli hikmah berkata:  Allah menyerupakan dunia ini dengan air:

⏩ 1. Karena air itu tidak menetap dalam satu tempat, demikian pula dunia dia tidak akan berdiam pada satu keadaan.

⏩ 2. Karena air itu akan pergi dan tidak abadi, demikian pula dunia itu akan binasa.

⏩ 3. Karena air itu, tidak seorangpun yang mampu memasukinya dalam keadaan dia tidak basah, demikian juga dunia, tidak ada seorangpun yang selamat dari fitnah dan bahayanya.

⏩ 4. Karena air itu jika sesuai kadarnya ia akan bermanfaat dan bisa menumbuhkan (tanaman), tapi jika melampaui batas kebutuhan akan memudharatkan membinasakan. Demikian juga dunia. Sedang-sedang dari dunia itu bermanfaat dan berlebih-lebihan akan memudharatkan.
selesai.

📚 (Jami' li ahkaam Al-Quran 13/289)

📂 Sumber : Channel Telegram Syaikh Fawwaz al Madkhali hafizhahullah

🌐 Kunjungi Lengkapnya || http://forumsalafy.net/dunia-itu-ibarat-air/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
🌹AKHWATY🌹

Read More...

Dua Problem Terbesar Umat Islam

asy-Syaikh al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah,

🔎 "Aku perhatikan, sangat disesalkan bahwa manusia pada hari ini mementingkan sisi pertama, yaitu ilmu, namun tidak mementingkan sisi yang lain, yaitu akhlak dan tata krama.

🕹 Apabila dulu Nabi — shallallahu 'alaihi wa sallam — nyaris membatasi dakwah beliau dalam rangka akhlak yang baik dan mulia, tatkala beliau menyatakannya dengan ungkapan pembatasan  dalam sabda beliau,

(إنما بُعثت لأتمم مكارم الأخلاق)
"Hanyalah aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."

🌼 Sabda beliau itu tidak lain menunjukkan bahwa akhlak yang mulia merupakan bagian asasi (mendasar) dari dakwah Rasulullah — 'alahi ash-Shalatu wa as-Salam —

🎯 Pada kenyataannya sejak awal aku memulai menuntut ilmu dan Allah memberi hidayah kepadaku Tauhid yang murni, dan aku tahu kondisi kehidupan alam Islami yang jauh dari tuntunan Tauhid, ketika itu aku memandang bahwa  problem pada Alam Islami hanyalah karena mereka jauh dari memahami hakekat makna "Laailaaha illallah".

🌅 Namun bersama dengan waktu, menjadi jelas bagiku bahwa di sana ada problem lain di Alam Islami ini, tambahan dari problem asasi yang pertama — yaitu JAUHNYA UMAT dari TAUHID —
Problem lainnya adalah : mayoritas umat TIDAK BERAKHLAQ DENGAN AKHLAQ ISLAMI YANG BENAR, kecuali dalam jumlah yang terbatas."

📀 Fatawa Jeddah, Kaset no. 34 (4:38)

🔍قال المحدث محمد ناصر الدين الألباني رحمه الله:

أنا ألاحظ مع الأسف أن الناس اليوم يهتمون بالجانب الأول ألا وهو العلم ولا يهتمون بالجانب الآخر ألا وهو الأخلاق والسلوك
فإذا كان النبي صلى الله عليه واله وسلم يكاد يحصر دعوته من اجل محاسن الأخلاق ومكارمها حينما يأتي بأداة الحصر فيقول: (إنما بُعثت لأتمم مكارم الأخلاق) , فإنما ذلك يعني أن مكارم الأخلاق جزء أساسي من دعوة الرسول عليه الصلاة والسلام.

والواقع أنني كنت في ابتداء طلبي للعلم وهداية الله عز وجل إياي إلى التوحيد الخالص واطلاعي على ما يعيشه العالم الإسلامي من البعد عن هذا التوحيد,

كنت أظن أن المشكلة في العالم الإسلامي إنما هي فقط ابتعادهم عن فهمهم لحقيقة معنى لا اله إلا الله .

ولكني مع الزمن صرت أتبيّن أن هناك مشكلة أخرى في هذا العالم تُضاف إلى المشكلة الأولى الأساسية - ألا وهي بُعدهم عن التوحيد - المشكلة

الأخرى: أنهم أكثرهم لا يتخلقون بأخلاق الإسلام الصحيحة إلا بقدر زهيد...

📼 فتاوى جدة شريط 34 (د. 4:38) .

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

••••••••••••••••••••••
📲 Diposting ulang oleh
🌏Admin Salafiyat Indonesia ~ASIA~🇲🇨

🌐 http://adminsalafiyat.blogspot.co.id
📱Channel Telegram
bit.ly/SalafiyatIndonesia

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

Read More...

Kamis, 03 Maret 2016

Tidak Pernah Ada Ruginya


قال فضيلة الشيخ العلامة محمد بن صالح العثيمين رحمه الله :

📡.. Al-Allamah Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata:

☝🏻 Ketahuilah sesungguhnya jika engkau meminta kepada Allah, maka sesungguhnya engkau selalu beruntung dalam segala keadaan, karena:

▪ Bisa jadi Dia Yang Maha Suci dan Maha Tinggi akan memberimu apa yang kamu pinta.
▪ Atau akan dipalingkan darimu kejelekkan yang lebih besar lagi
▪ Atau akan disimpankan untukmu hal itu pada hari kiamat berupa simpanan pahala.
✋🏻 Maka barang siapa yang berdoa kepada Allah, maka sesungguhnya dia tidak akan merugi.
▶ Maka perbanyaklah berdoa
▶ Perbanyaklah memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepadaNya.

⏩Karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

”Sesungguhnya hatiku terkadang lalai. Dan sesungguhnya saya meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepadaNya dalam sehari seratus kali”. (HR. Muslim)
Syarh Riyadh Ash-Shalihin 6/52.

📚 Disadur dari :
Chanel Minhaj As-Salaf Ash-Shalih

📝 Alih Bahasa : Ustadz Abu Hafs Umar al Atsary

🌐 Baca || http://forumsalafy.net/tidak-pernah-ada-ruginya/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

Read More...

Rabu, 02 Maret 2016

Situs-situs Salafy

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Berikut link sumber rujukan website Majalah dan Buletin Ahlussunnah:

1. Majalah Asy-Syariah
http://asysyariah.com/
2. Buletin Al-Ilmu
http://buletin-alilmu.net/
3. Buletin Saku Al-Ilmu
http://buletinsaku.com/
4. Majalah Qonitah
http://qonitah.com/
5. Majalah Asy-Syariah
http://tanyajawab.asysyariah.com/
6. Majalah Tashfiyah
http://tashfiyah.com/

📝 Diurutkan berdasarkan abjad.

Update : 15 Jumadil Awal 1437 H / 24 Februari 2016

📶 Publikasi:

📲 Channel Website SALAFY
http://bit.ly/WebsiteSalafy
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
🌏Admin Salafiyat Indonesia ~ASIA~🇲🇨

🌐 http://adminsalafiyat.blogspot.co.id
📱Channel Telegram
bit.ly/SalafiyatIndonesia

💻💻💻💻💻💻💻
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Berikut link sumber rujukan website Akhwat dan Grup Akhwat Ahlussunnah:

1. ASIA (Admin Salafiyyat Indonesia)
http://adminsalafiyat.blogspot.co.id/
2. Akhwat Salafiyyah Kendari
http://akhwatsalafiyyahkendari.blogspot.co.id/
3. Nisaa' As-Sunnah Malang
http://annisaa.salafymalangraya.or.id/
4. SSLN ( Syarus Sunnah Lin Nisaa')
http://catatanmms.wordpress.com/
5. Catatan Salafiyat
http://catatansalafiyat.blogspot.com/
6. Galeri Salafiyyun
http://galerisalafiyyun.blogspot.co.id/
7. BIKUM ( Berbagi Ilmu Kesehatan Untuk Muslimah)
http://infosehatmuslimah.blogspot.co.id/
8. MAHAR ( Muslimah Belajar )
http://maharmuslimahbelajar.blogspot.co.id/
9. Raudhatul Athfal
http://tamananakshalih.blogspot.co.id/
10. Taman Faidah
http://tamanfaidah.wordpress.com/
11. BILAD (Tarbiyatul Aulad)
http://tarbiyah-aulad.blogspot.co.id/

📝 Diurutkan berdasarkan abjad.

Update : 15 Jumadil Awal 1437 H / 24 Februari 2016

📶 Publikasi:

📲 Channel Website SALAFY
http://bit.ly/WebsiteSalafy
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

🌏Admin Salafiyat Indonesia ~ASIA~🇲🇨

🌐 http://adminsalafiyat.blogspot.co.id
📱Channel Telegram
bit.ly/SalafiyatIndonesia

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Berikut link sumber rujukan website Ahlussunnah:

1. Salafy Cengkareng
http://ahlussunnahcengkareng.com/
2. Salafy Karawang
http://ahlussunnahkarawang.com/
3. Salafy Kendari
http://ahlussunnahkendari.com/
4. Salafy Sintang
http://ahlussunnahsintangkalbar.blogspot.com/
5. Mahad Gresik
http://albayyinah.or.id/
6. Mahad Purwokerto
http://alfaruq.net/
7. Salafy Madura
http://alilmumadura.wordpress.com/
8. Mahad Purbalingga
http://almanshuroh.net/
9. Salafy Banjarbaru
http://almanshurohbanjar.net/
10. Mahad Cilacap
http://almanshurohcilacap.com/
11. Salafy Cikarang
http://almuwahhidiin.com/
12. Salafy Bali
http://annajiyah-bali.net/
13. Mahad Cepu
http://annashihahcepu.wordpress.com/
14. Salafy Petanahan
http://anwarussunnahpth.blogspot.com/
15. Mahad Bantul
http://arridho.com/
16. Mahad Jombang
http://arrisalah.or.id/
17. Salafy Samarinda
http://atsarussalaf.wordpress.com/
18. Salafy Babakan
http://attauhidbabakan.net/
19. Salafy Surabaya
http://bismillah.us/
20. Mahad Madiun
http://daarulihsan.com/
21. Salafy Bontang
http://darussalaf.or.id/
22. Salafy Cilacap
http://islammujur.com/
23. Salafy Sumpiuh
http://ittibaussalaf.com/
24. Salafy Banjarmasin
http://kajianbanjar.info/
25. Salafy Bogor
http://kajianbogor.wordpress.com/
26. Mahad Ciamis
http://mahad-annur.com/
27. Mahad Jember
http://mahad-assalafy.com/
28. Mahad Malang
http://mahadassunnah.salafymalangraya.or.id/
29. Mahad Bojonegoro
http://mahadsyariah.blogspot.com/
30. Salafy Jember
http://manhajul-anbiya.net/
31. Salafy Jogjakarta
http://salafy.or.id/
32. Salafy Bandung
http://salafybandung.com/
33. Salafy Batam
http://salafybatam.com/
34. Salafy Balikpapan
http://salafybpp.com/
35. Salafy Bulukumba
http://salafybulukumba.com/
36. Salafy Ciampea Bogor
http://salafyciampeabogor.blogspot.com/
37. Salafy Cileungsi
http://salafycileungsi.net/
38. Mahad Cirebon
http://salafycirebon.com/
39. Salafy Depok
http://salafydepok.net/
40. Mahad Indramayu
http://salafyindramayu.com/
41. Salafy Jakarta
http://salafyjakarta.info/
42. Salafy Kolaka
http://salafykolaka.net/
43. Salafy Kudus
http://salafykudus.com/
44. Salafy Magelang
http://salafymagelang.com/
45. Salafy Majalengka
http://salafymajalengka.com/
46. Salafy Makasar
http://salafymakassar.net/
47. Salafy Malang
http://salafymalangraya.or.id/
48. Salafy Palembang
http://salafypalembang.com/
49. Salafy Semarang
http://salafysemarang.com/
50. Salafy Sorowako
http://salafysorowako.com/
51. Mahad Janeponto
http://serambidarussunnah.com/
52. Salafy Temanggung
http://serambiharamain.com/

📝 Diurutkan berdasarkan abjad.

Update : 14 Jumadil Awal 1437 H / 23 Februari 2016

📶 Publikasi:

📲 Channel Website SALAFY
http://bit.ly/WebsiteSalafy
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

🌏Admin Salafiyat Indonesia ~ASIA~🇲🇨

🌐 http://adminsalafiyat.blogspot.co.id
📱Channel Telegram
bit.ly/SalafiyatIndonesia

🔈🔈🔈🔈
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Berikut link sumber rujukan website Asatidzah, Ikhwah dan Grup Ahlussunnah:

1. Ikhwah Malaysia
http://alfawaaid.net/
2. Ikhwah Karawang
http://alkarawanjy.blogspot.com/
3. Ikhwah
http://al-uyeah.blogspot.com/
4. Ikhwah
http://arif-sharesalaf.blogspot.com/
5. Ikhwah Malaysia
http://assalafy.net/
6. Audio Kajian
http://audiokajian.com/
7. Ikhwah
http://blogkajianmuslim.wordpress.com/
8. Dakwah Desain
http://dakwahdesign.com/
9. Dakwah Studio
http://dakwahstudio.com/
10. Fawaid WA
http://fawaaidwa.blogspot.com/
11. Kajian Bandung
http://fawaidkajianbandung.web.id/
12. Forum Dakwah Ahlussunnah
http://forumdakwahahlussunnah.com/
13. Forum Salafy
http://forumsalafy.net/
14. Galeri Salafy
http://galerisalafy.wordpress.com/
15. Ikhwah Bandung
http://happyislam.com/
16. Ikhwah Pemalang
http://ikhwanpemalang.heck.in/
17. Ilmu Syari
http://ilmusyari.com/
18. Ittibaus Sunnah
http://ittibaus-sunnah.net/
19. Ikhwah
http://jalanistiqomah.blogspot.co.id/
20. Berbagi Faedah
http://jendelasunnah.com/
21. Kajian Sunnah
http://kajian.sunnah.web.id/
22. Kajian Cileungsi
http://kajiancileungsi.wordpress.com/
23. Kajian Kita
http://kajian-kita.blogspot.com/
24. Kajian Salafy
http://kajiansalafy.net/
25. Ikhwah Purworejo
http://pemetik-ilmu.blogspot.com/
26. Pemuda Salafy
http://pemudasalafy.wordpress.com/
27. Postingan WhatsApp
http://postinganwhatsapp.blogspot.com/
28. Ikhwah Malang
http://salafymalangraya.blogspot.com/
29. KHAS (Khusus Admin Salafiyyin)
http://salafymedia.com/
30. Ikhwah Janeponto
http://salafy-turatea.blogspot.com/
31. Selamatkan Indonesia Dari Syiah
http://selamatkanindonesiadarisyiah.net/
32. Sunnah
http://sunnah.web.id/
33. Ikhwah Cileungsi
http://tauhiddansyirik.wordpress.com/
34. Thalab Ilmu Syari
http://thalabilmusyari.web.id/
35. Thoriqus Salaf Malaysia
http://thoriqussalaf.com/
36. Tuk Pencari Al-Haq
http://tukpencarialhaq.com/
37. Tuk Pencari Al-Haq
http://tukpencarialhaq.wordpress.com/
38. Walis
http://walis-net.blogspot.com/
39. Warisan Salaf
http://warisansalaf.com/
40. Yuk Belajar Islam
http://yukbelajarislam.com/

📝 Diurutkan berdasarkan abjad.

Update : 15 Jumadil Awal 1437 H / 24 Februari 2016

📶 Publikasi:

📲 Channel Website SALAFY
http://bit.ly/WebsiteSalafy
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

🌏Admin Salafiyat Indonesia ~ASIA~🇲🇨

🌐 http://adminsalafiyat.blogspot.co.id
📱Channel Telegram
bit.ly/SalafiyatIndonesia

🖇🖇🖇🖇🖇🖇🖇🖇

Read More...

Jumat, 07 Januari 2011

PERJALANANKU KE INDONESIA





Segala puji hanya bagi Allah Rabbul ‘Alamin, Pencipta seluruh makhluk, Yang membagikan rezki kepada segenap hamba-Nya, baik kaum muslimin maupun kaum kafir, dan Dia-lah yang menjadikan kesuksesan di akhirat bagi para muwahhidin mu`minin.

Shalawat dan Salam kepada Rasul yang diutus kepada bangsa jin dan manusia semuanya, kepada bangsa ‘arab dan non arab. Allah telah menjadikan syari’at beliau sebagai batu ujian bagi segenap syari’at sebelumnya, agama beliau sebagai penghapus seluruh agama para rasul sebelum. Barangsiapa yang mengikuti bimbingan dan sunnah beliau, maka akan Allah muliakan dia dan dan Allah tinggikan kedudukannya. Dan barangsiapa menentang perintah beliau, menjauhi bimbingan beliau maka Allah tetapkan atasnya kehinaan dan kerendahan.
Amma Ba’d
Huruf-huruf dan kata-kata ini aku torehkan pertama kali ketika aku berada di atas pesawat dalam perjalanan pulangku dari negeri Indonesia tatkala melewati Bandara Abu Dhabi Emirat Arab. Perjalan tersebut memakan waktu tujuh jam di udara, kami menempuh jarak sekitar kurang lebih 7.000 km. yaitu setelah aku turut serta dalam Daurah Ilmiyyah ke-4 di Ma’had Al-Anshar Yogyakarta (Jogja) Indonesia. Turut serta pula dalam acara tersebut saudaraku Asy-Syaikh DR. ‘Abdullah bin ‘Abdirrahim Al-Bukhari, profesor hadits di Fakultas Hadits Syarif Universitas Islam; dan saudaraku Asy-Syaikh Khalid bin Dhahwi Azh-Zhafiri, yang sekarang sedang menempuh program doktoral di Universitas Islam Madinah.
Selama waktu yang panjang dalam perjalanan, yang aku habiskan untuk membaca dan menulis, terbayang dalam pikiran dan benakku terhadap semua yang aku saksikan dan aku dengar semenjak safarku hingga kembaliku. Maka sebagian darinya aku tuliskan, dalam rangka memberikan dorongan kepada ikhwah Indonesia atas aktivitas yang mereka lakukan selama ini berupa dakwah dan semangat menyebarkan ilmu dan sunnah. Sekaligus sebagai dorongan bagi saudara-saudaraku para masyaikh dan para thullabul ‘ilmi untuk membantu mereka dan mengunjungi mereka. Serta dalam rangka menampakkan kebaikan yang telah aku saksikan, berupa semangat yang besar dalam menuntut ilmu dan mengikuti as-sunnah, yang itu membuat senang hati seorang mukmin di satu sisi, dan membangkitkan semangat bagi para penuntut ilmu dan para da’i sunnah di sisi lain. Di samping juga dalam rangka menjelaskan sikap yang wajib atas seorang muslim terkait fenomena-fenomena kemungkaran yang menyelisihi syari’at Allah Yang Maha Bijaksana.
Saya memohon kepada Allah agar mengaruniakan kepada kita kekokohan di atas Islam dan di atas Sunnah, melindungi kita dari kejelekan fitnah baik yang tampak maupun tidak, serta menjadikan urusan kaum muslimin di setiap tempat menjadi baik.
Kaum muslimin pada hari ini di setiap tempat  — kecuali yang dirahmat oleh Rabb-ku dan jumlah mereka sedikit – berada dalam kondisi yang menyedihkan dan membuat menangis, yang sebenarnya mereka sangat membutuhkan pemimpin yang adil dan membimbing (mereka), takut kepada Allah dalam urusan kaum muslimin, serta sangat semangat membela Islam dan Syari’at-Nya.
Wallahul Musta’an. Wala Haula wala Quwwata illa billah.
Ditulis oleh
hamba yang faqir (sangat butuh) kepada Rabbnya
‘Abdullah bin Shalfiq Al-Qasimi Azh-Zhafiri
Awal mula ditulis di antara langit dan bumi, antara Jakarta dan Abu Dhabi
Sore hari Ahad, bertepatan dengan 9/8/1429 H
Tulisan Aslinya silakan diklik di sini
(terjemah menyusul Insya Allah)
dinukil dari http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1467
Read More...

Minggu, 05 September 2010

Kisah al-Qadhi Syuraih dengan istrinya





Kisah Al-Qadhi Syuraih dengan Istrinya
 
Diriwayatkan bahwa pada suatu hari Al-Qadhi Syuraih datang kepada Al-Imam Asy-Sya’bi Rahimahullah. Asy-Sya’bi menanyakan keadaan rumah tangganya, Syuraih pun menjawab, “Selama dua puluh tahun aku belum pernah melihat istriku berbuat sesuatu yang membuatku marah.” Asy-Sya’bi Rahimahullah penasaran dengan bertanya lagi, “Bagaimana bisa demikian?” Syuraih menjawab,”Sejak malam pertama aku masuk menemui istriku, aku melihat kemolekan yang menggiurkan dan kecantikan tiada tanding. Maka aku katakan pada diriku sendiri, aku akan bersuci dan shalat dua raka’at sebagai rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika aku salam, aku dapati istriku ikut shalat bersamaku dan mengucapkan salam bersama dengan salamku. Setelah rumah sepi dari tamu dan kawan, aku berdiri menghampirinya dan kuulurkan tanganku kepadanya. Ia pun mengatakan, “Sabarlah wahai Abu Umamah, tetaplah dalam posisimu.” Lantas ia mengatakan, “Alhamdulillah, aku memuji-Nya, meminta tolong kepada-Nya. Dan aku bershalawat kepada Muhammad dan keluarganya.
 
Sesungguhnya aku ini adalah perempuan asing bagimu. Dan aku tidak mengetahui akhlakmu. Jelaskanlah kepadaku apa yang engkau sukai maka aku akan kerjakan dan apa yang tidak engkau sukai akan aku tinggalkan. Sesungguhnya di lingkunganmu banyak wanita-wanita yang bisa engkau nikahi dan juga di lingkunganku banyak lelaki yang sekufu’ (sepadan) denganku. Namun Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menakdirkan perkara ini dan pasti itu terjadi. Anda telah memilikiku maka berbuatlah apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan, pegang dengan baik atau lepaskan dengan baik pula. Aku telah katakan, dan dalam hal ini aku mohon ampunan untuk diriku dan dirimu juga.
 
Syuraih mengatakan, “Demi Allah wahai Sya’bi, dia sangat membutuhkan sepatah kata dariku dengan tema yang seperti itu pula. Maka aku berkata, “Alhamdulillah, aku memuji-Nya, meminta tolong kepada-Nya. Dan aku bershalawat kepada Muhammad dan keluarganya. Setelah itu, Sesungguhnya engkau telah mengucapkan suatu kalimat yang jika engkau konsisten dengan kalimat tersebut maka berarti engkau akan mendapat bagianmu. Jika engkau meninggalkannya maka hal itu menjadi bumerang bagimu. Aku suka ini dan itu, aku benci ini dan itu. Kebaikan yang engkau lihat maka sebarkanlah dan kejelekan yang engkau lihat maka tutupilah.” Ia berkata, “Apakah engkau senang terhadap kunjungan keluargaku?” Aku menjawab, ”Aku tidak suka keluargamu terlalu sering berkunjung yang membuatku bosan.” Ia mengatakan, “Siapakah tetangga yang engkau bolehkan untuk masuk rumahmu maka aku akan izinkan untuk masuk dan siapakah yang tidak engkau sukai?” Aku menjawab, “Bani Fulan adalah kaum yang shalih dan Bani Fulan lainnya adalah kaum yang jahat.”
 
Syuraih berkata, ”Lalu aku melalui malam tersebut sebagai malam paling nikmat. Setelah satu tahun berlalu aku hidup bersamanya, aku tidak pernah melihat hal yang tidak aku sukai. Pada suatu hari, aku baru pulang dari majlis qadha (pengadilan). Tiba-tiba aku jumpai ada ibu mertuaku di rumah. Ia bertanya kepadaku, “Bagaimana engkau memandang istrimu?” Aku menjawab, “Dia wanita yang paling baik.” Ia mengatakan, “Demi Allah, tidaklah seseorang memelihara di rumahnya sesuatu yang lebih jahat dari pada perempuan yang manja. Maka didiklah semaumu dan berilah pelajaran sekehendakmu.”
 
Lantas setelah keluarga ini berlangsung lama, Syuraih menuturkan, “Aku tinggal bersamanya selama dua puluh tahun dan aku tidak pernah memberinya hukuman kecuali satu kali. Itupun karena aku yang zalim kepadanya.”
Read More...

Senin, 09 Agustus 2010

Introspeksi Diri di Bulan Suci Ramadhan













Shahabat yang mulia Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุฅِุฐَุง ุฌَุงุกَ ุฑَู…َุถَุงู†ُ ูُุชِุญَุชْ ุฃَุจْูˆَุงุจُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ูˆَุบُู„ِّู‚َุชْ ุฃَุจْูˆَุงุจُ ุงู„ู†َّุงุฑِ ูˆَุตُูِّุฏَุชِ ุงู„ุดَّูŠَุงุทِูŠْู†ُ

“Apabila datang Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.”



Hadits di atas dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dalam Shahih-nya kitab Ash-Shaum, bab Hal Yuqalu Ramadhan au Syahru Ramadhan no. 1898, 1899. Dikeluarkan pula dalam kitab Bad‘ul Khalqi, bab Shifatu Iblis wa Junuduhu no. 3277. Adapun Al-Imam Muslim rahimahullahu dalam Shahih-nya membawakannya dalam kitab Ash-Shaum, dan diberikan judul babnya oleh Al-Imam An-Nawawi, Fadhlu Syahri Ramadhan no. 2492.



Pintu Kebaikan Terbuka, Pintu Kejelekan Tertutup

Kedatangan Ramadhan akan disambut dengan penuh kegembiraan oleh insan beriman yang selalu merindukan kehadirannya dan menghitung-hitung hari kedatangannya. Banyak keutamaan yang dijanjikan untuk diraih dan didapatkan di bulan mulia ini, di antaranya seperti tersebut dalam hadits yang menjadi pembahasan kita dalam rubrik ‘Hadits’ kali ini. Dan keutamaan yang tersebut dalam hadits di atas didapatkan sejak awal malam Ramadhan yang mubarak sebagaimana tersebut dalam sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berikut ini:

ุฅِุฐَุง ูƒَุงู†َ ุฃَูˆَّู„ُ ู„َูŠْู„َุฉٍ ู…ِู†ْ ุดَู‡ْุฑِุฑَู…َุถَุงู†َ ุตُูِّุฏَุชِ ุงู„ุดَّูŠَุงุทِูŠْู†ُ ูˆَู…َุฑَุฏَุฉُ ุงู„ْุฌِู†ِّ، ูˆَุบُู„ِّู‚َุชْ ุฃَุจْูˆَุงุจُ ุงู„ู†َّุงุฑِ ูَู„َู…ْ ูŠُูْุชَุญْ ู…ِู†ْู‡َุง ุจَุงุจٌ. ูˆَูُุชِุญَุชْ ุฃَุจْูˆَุงุจُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ูَู„َู…ْ ูŠُุบْู„َู‚ْ ู…ِู†ْู‡َุง ุจَุงุจٌ، ูˆَูŠُู†َุงุฏِูŠ ู…ُู†َุงุฏٍ: ูŠَุง ุจَุงุบِูŠَ ุงู„ْุฎَูŠْุฑِ ุฃَู‚ْุจِู„ْ، ูˆَูŠَุง ุจَุงุบِูŠَ ุงู„ุดَّุฑِّ ุฃَู‚ْุตِุฑْ، ูˆَู„ِู„َّู‡ِ ุนُุชَู‚َุงุกُ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุฑِ، ูˆَ ุฐَู„ِูƒَ ูƒُู„َّ ู„َูŠْู„َุฉٍ

“Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 682 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya no. 1682, dihasankan Asy-Syaikh Albani rahimahullahu dalam Al-Misykat no. 1960)



Pada bulan yang penuh barakah ini, kejahatan di muka bumi lebih sedikit, karena jin-jin yang jahat dibelenggu dan diikat, sehingga mereka tidak bebas untuk menyebarkan kerusakan di tengah manusia sebagaimana hal ini dapat mereka lakukan di luar bulan Ramadhan. Di hari-hari itu kaum muslimin tersibukkan dengan ibadah puasa yang dengannya akan mematahkan syahwat. Juga mereka tersibukkan dengan membaca Al-Qur`an dan ibadah-ibadah lainnya. (Al-Mirqah, Asy-Syaikh Mulla ‘Ali Al-Qari pada ta’liq Al-Misykat 1/783, hadits no. 1961)



Ibadah-ibadah ini akan melatih jiwa, membersihkan dan mensucikannya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูƒُุชِุจَ ุนَู„َูŠْูƒُู…ُ ุงู„ุตِّูŠَุงู…ُ ูƒَู…َุง ูƒُุชِุจَ ุนَู„َู‰ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِูƒُู…ْ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَุชَّู‚ُูˆْู†َ

“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa.” (Al-Baqarah: 183)

Karena amal shalih banyak dilakukan, demikian pula ucapan-ucapan yang baik berlimpah ruah, ditutuplah pintu-pintu jahannam dan dibuka pintu-pintu surga. (Shifatu Shaumin Nabiyyi n fi Ramadhan, hal. 18-19)

Makna ucapan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits di atas ุตُูِّุฏَุชِ ุงู„ุดَّูŠَุงุทِูŠْู†ُ adalah setan itu dibelenggu. Dan yang dimaksudkan dengan setan di sini adalah ู…َุฑَุฏَุฉُ ุงู„ْุฌِู†ِّ sebagaimana tersebut dalam hadits riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Kata ู…َุฑَุฏَุฉٌ adalah bentuk jamak (lebih dari dua) dari kata ุงู„ْู…َุงุฑِุฏُ yaitu ุงู„ْุนَุงุชِูŠ ุงู„ุดَّุฏِูŠْุฏُ , maknanya yang sangat angkuh, durhaka, bertindak sewenang-wenang lagi melampaui batas (lihat An-Nihayah fi Gharibil Hadits). Sehingga yang dibelenggu hanyalah setan dari kalangan jin yang sangat jahat, adapun setan dari kalangan manusia tetap berkeliaran.



Kita perlu nyatakan hal ini, kata Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi‘i rahimahullahu, agar jangan sampai engkau mengatakan: “Kami mendapatkan beberapa perselisihan dan fitnah di bulan Ramadhan (lalu bagaimana dikatakan setan-setan itu dibelenggu sementara kejahatan tetap ada? -pent.).” Kita jawab bahwa yang dibelenggu adalah setan dari kalangan jin yang sangat jahat. Sedangkan setan-setan yang kecil dan setan-setan dari kalangan manusia tetap berkeliaran tidak dibelenggu. Demikian pula jiwa yang memerintahkan kepada kejelekan, teman-teman duduk yang jelek dan tabiat yang memang senang dengan fitnah dan pertikaian. Semua ini tetap ada di tengah manusia, tidak terbelenggu kecuali jin-jin yang sangat jahat. (Ijabatus Sa`il ‘ala Ahammil Masa`il, hal. 163)



Al-Imam Ibnu Khuzaimah rahimahullahu berkata dalam Shahih-nya (3/188): “Bab penyebutan keterangan bahwa hanyalah yang diinginkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sabdanya ูˆَุตُูِّุฏَุชِ ุงู„ุดَّูŠَุงุทِูŠْู†ُ hanyalah jin-jin yang jahat, bukan semua setan. Karena nama setan terkadang diberikan kepada sebagian mereka (tidak dimaukan seluruhnya).”



Di bulan yang mubarak ini ada malaikat yang menyeru kepada kebaikan dan menyeru untuk mengurangi kejelekan sebagaimana dalam lafadz hadits:

ูˆَูŠُู†َุงุฏِูŠ ู…ُู†َุงุฏٍ: ูŠَุง ุจَุงุบِูŠَ ุงู„ْุฎَูŠْุฑِ ุฃَู‚ْุจِู„ْ، ูˆَูŠَุง ุจَุงุบِูŠَ ุงู„ุดَّุฑِّ ุฃَู‚ْุตِุฑْ

“Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.”



Hadits-hadits tentang Keutamaan Ramadhan

Selain hadits di atas, banyak lagi hadits lain yang berbicara tentang keutamaan Ramadhan. Di antaranya akan kita sebutkan berikut ini:

1. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

ู…َู†ْ ุตَุงู…َ ุฑَู…َุถَุงู†َ ุฅِูŠْู…َุงู†ًุง ูˆَุงุญْุชِุณَุงุจًุง ุบُูِุฑَ ู„َู‡ُ ู…َุง ุชَู‚َุฏَّู…َ ู…ِู†ْ ุฐَู†ْุจِู‡ِ

“Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dalam keadaan iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari no. 1901 dan Muslim no. 1778)

2. Dari ‘Imran bin Murrah Al-Juhani radhiallahu 'anhu, ia berkata: Seseorang datang menemui Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam seraya berkata:

ูŠَุง ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ، ุฃَุฑَุฃَูŠْุชَ ุฅِู†ْ ุดَู‡ِุฏْุชُ ุฃَู†ْ ู„ุงَ ุฅِู„ู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡، ูˆَุฃَู†َّูƒَ ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ، ูˆَุตَู„َّูŠْุชُ ุงู„ุตَّู„َูˆَุงุชِ ุงู„ْุฎَู…ْุณَ، ูˆَุฃَุฏَّูŠْุชُ ุงู„ุฒَّูƒุงุฉَ، ูˆَุตُู…ْุชُ ุฑَู…َุถَุงู†َ، ูَู…ِู…َّู†ْ ุฃَู†َุง؟ ู‚َุงู„َ: ู…ِู†َ ุงู„ุตِّุฏِّูŠْู‚ِูŠْู†َ ูˆَุงู„ุดُّู‡َุฏَุงุกِ

“Wahai Rasulullah, apa pendapat anda bila aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah saja dan aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah, aku mengerjakan shalat lima waktu, menunaikan zakat dan puasa di bulan Ramadhan, maka termasuk dalam golongan manakah aku?” Rasulullah menjawab: “Engkau termasuk golongan shiddiqin dan syuhada.” (HR. Al-Bazzar, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam Shahih keduanya, dan lafadz yang disebutkan adalah lafadz Ibnu Hibban. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib no. 989)

3. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

ุฃَุชَุงูƒُู…ْ ุฑَู…َุถَุงู†ُ ุดَู‡ْุฑٌ ู…ُุจَุงุฑَูƒٌ، ูَุฑَุถَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุตِูŠَุงู…َู‡ُ، ุชُูْุชَุญُ ูِูŠْู‡ِ ุฃَุจْูˆَุงุจُ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ูˆَุชُุบْู„َู‚ُ ูِูŠْู‡ِ ุฃَุจْูˆَุงุจُ ุงู„ْุฌَุญِูŠْู…ِ ูˆَุชُุบَู„ُّ ูِูŠْู‡ِ ู…َุฑَุฏَุฉُ ุงู„ุดَّูŠَุงุทِูŠْู†ِ، ู„ِู„َّู‡ِ ูِูŠْู‡ِ ู„َูŠْู„َุฉٌ ุฎَูŠْุฑٌ ู…ِู†ْ ุฃَู„ْูِ ุดَู‡ْุฑٍ، ู…َู†ْ ุญُุฑِู…َ ุฎَูŠْุฑُู‡َุง ูَู‚َุฏْ ุญُุฑِู…َ

“Telah datang pada kalian Ramadhan bulan yang diberkahi. Allah Subhanahu wa Ta'ala mewajibkan atas kalian untuk puasa di bulan ini. Pada bulan Ramadhan dibuka pintu-pintu langit dan ditutup pintu-pintu neraka serta dibelenggu setan-setan yang sangat jahat. Pada bulan ini Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang diharamkan untuk mendapatkan kebaikan malam itu maka sungguh ia telah diharamkan.” (HR. Ahmad, 2/385, An-Nasa`i no. 2106, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan An-Nasa`i. Lihat Shahih At-Targhib wat Tarhib no. 985, Al-Misykat no. 1962)

4. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

ุงู„ุตَّู„َูˆَุงุฉُ ุงู„ْุฎَู…ْุณُ ูˆَุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉَ ุฅِู„َู‰ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ูˆَุฑَู…َุถَุงู†ُ ุฅِู„َู‰ ุฑَู…َุถَุงู†َ، ู…ُูƒَูِّุฑَุงุชٌ ู…َุง ุจَูŠْู†َู‡ُู†َّ، ุฅِุฐَุง ุงุฌْุชُู†ِุจَุชِ ุงู„ْูƒَุจَุงุฆِุฑُ

“Shalat lima waktu, Jum’at ke Jum’at berikutnya dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, apabila dijauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim no. 549)



Cukuplah kiranya keutamaan bagi Ramadhan dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala memilihnya di antara bulan-bulan yang ada untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala turunkan kitab-Nya yang mulia di bulan berkah tersebut, di malam yang penuh kemuliaan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

ุดَู‡ْุฑُ ุฑَู…َุถَุงู†َ ุงู„َّุฐِูŠ ุฃُู†ْุฒِู„َ ูِูŠْู‡ِ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ُ ู‡ُุฏًู‰ ู„ِู„ู†َّุงุณِ ูˆَุจَูŠِّู†َุงุชِ ู…ِู†َ ุงู„ْู‡ُุฏَู‰ ูˆَุงู„ْูُุฑْู‚َุงู†ِ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang haq dengan yang batil.” (Al-Baqarah: 185)



ุฅِู†َّุง ุฃَู†ْุฒَู„ْู†َุงู‡ُ ูِูŠْ ู„َูŠْู„َุฉِ ุงู„ْู‚َุฏْุฑِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur`an itu pada malam Qadar (malam kemuliaan).” (Al-Qadar: 1)



Puasa Semestinya membuahkan Takwa

Hikmah disyariatkannya puasa dinyatakan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam firman-Nya:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูƒُุชِุจَ ุนَู„َูŠْูƒُู…ُ ุงู„ุตِّูŠَุงู…ُ ูƒَู…َุง ูƒُุชِุจَ ุนَู„َู‰ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِูƒُู…ْ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَุชَّู‚ُูˆْู†َ

“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa.” (Al-Baqarah: 183)

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa‘di rahimahullahu berkata: “Perkara takwa yang dikandung puasa di antaranya:

- Orang yang puasa meninggalkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta'ala haramkan kepadanya berupa makan, minum, jima’ dan semisalnya, sementara jiwa itu condong kepada perkara yang harus ditinggalkan tersebut. Semua itu dilakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, mengharapkan pahala-Nya. Ini termasuk takwa.

- Orang yang puasa melatih jiwanya untuk merasakan pengawasan Allah Subhanahu wa Ta'ala (muraqabatullah), maka ia meninggalkan apa yang diinginkan jiwanya padahal ia mampu melakukannya, karena ia mengetahui pengawasan Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadapnya.

- Puasa itu menyempitkan jalan setan, karena setan itu berjalan pada anak Adam seperti peredaran/aliran darah. Dan puasa akan melemahkan jalannya sehingga mengecilkan perbuatan maksiat.

- Orang yang puasa umumnya memperbanyak amalan ketaatan sementara amalan ketaatan termasuk perangai takwa.

- Orang yang kaya jika merasakan tidak enaknya lapar maka mestinya ia akan memberikan kelapangan/memberi derma kepada orang-orang fakir yang tidak berpunya. Ini pun termasuk perangai takwa. (Taisir Al-Karimir Rahman, hal. 86)



Dengan demikian sungguh tidaklah berlebihan bila kita katakan bahwa seharusnya momentum Ramadhan dijadikan langkah awal untuk memperbaiki iman dan takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, untuk kemudian iman dan takwa itu terus dipupuk dan dirawat di bulan-bulan selanjutnya. Dan jangan dibiarkan terpisah dari jiwa dan raga hingga datang jemputan dari utusan Ar-Rahman (malaikat maut). Khususnya kita –penduduk negeri ini– seharusnya berkaca diri berkaitan dengan segala petaka yang menimpa negeri kita, demikian pula musibah yang datang terus menerus, lagi susul menyusul. Tidaklah semua ini menimpa kita kecuali karena dosa-dosa kita dan jauhnya kita dari iman serta takwa kepada Al-Khaliq.



ุธَู‡َุฑَ ุงู„ْูَุณَุงุฏُ ูِูŠ ุงู„ْุจَุฑِّ ูˆَุงู„ْุจَุญْุฑِ ุจِู…َุง ูƒَุณَุจَุชْ ุฃَูŠْุฏِูŠ ุงู„ู†َّุงุณِ ู„ِูŠُุฐِูŠْู‚َู‡ُู…ْ ุจَุนْุถَ ุงู„َّุฐِูŠ ุนَู…ِู„ُูˆุง ู„َุนَู„َّู‡ُู…ْ ูŠَุฑْุฌِุนُูˆْู†َ

“Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan/ulah manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.” (Ar-Rum: 41)



ูˆَู…َุง ุฃَุตَุงุจَูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ู…ُุตِูŠْุจَุฉٍ ูَุจِู…َุง ูƒَุณَุจَุชْ ุฃَูŠْุฏِูŠْูƒُู…ْ ูˆَูŠَุนْูُูˆ ุนَู†ْ ูƒَุซِูŠْุฑٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kalian maka hal itu disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahan kalian.” (Asy-Syura: 30)

Musibah yang menimpa negeri ini berupa gempa, tsunami, meletusnya gunung berapi, tanah longsor, semburan lumpur panas, dan sebagainya bukanlah karena kesialan penguasa/pemerintah sebagaimana tuduhan orang-orang dungu atau pura-pura dungu. Namun justru karena dosa-dosa yang ada di negeri ini. Terlepas apakah bencana ini karena rekayasa asing yang ingin menjatuhkan dan menghancurkan negeri ini sebagaimana analisa sebagian orang, atau murni musibah tanpa rekayasa, toh semuanya ditimpakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai teguran bagi kita agar kembali kepada-Nya. Bangkit dari lumpur hitam dosa dan maksiat, untuk kemudian bertaubat dan mohon ampun kepada-Nya.



Yang sangat disesalkan, di antara penduduk negeri ini banyak yang tidak sadar dari maksiat mereka dengan musibah yang menimpa. Mereka malah melakukan praktik-praktik kesyirikan, membuat sesajen penolak bala yang dipersembahkan kepada roh-roh penguasa laut, penguasa gunung, penguasa darat, dan sebagainya. Na’udzubillah min dzalik!!!



Sehubungan dengan momentum Ramadhan sebagai bulan untuk menambah iman dan takwa, serta terkait dengan banyaknya musibah yang menimpa negeri ini, bagus sekali untuk kita nukilkan nasihat dari Samahatusy Syaikh Ibnu Baz rahimahullahu berkenaan dengan musibah yang menimpa anak Adam, khususnya gempa bumi [1]. Mudah-mudahan nasehat ini bisa menjadi renungan bagi anak negeri ini.



Beliau rahimahullahu berkata: “Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Memiliki hikmah Maha Mengetahui terhadap apa yang Dia putuskan dan tetapkan, sebagaimana Dia Maha Memiliki Hikmah lagi Maha Mengetahui dalam apa yang Dia syariatkan dan perintahkan. Dia menciptakan apa yang diinginkan-Nya berupa tanda-tanda kekuasaan-Nya. Dia tetapkan hal itu untuk menakut-nakuti hamba-Nya dan mengingatkan mereka tentang hak-Nya dan memperingatkan mereka dari kesyirikan, penyelisihan terhadap perintah-Nya dan melakukan larangan-Nya.”

Selanjutnya beliau menyatakan: “Tidaklah diragukan bahwa gempa yang terjadi pada hari-hari ini di banyak tempat/negeri merupakan sejumlah tanda-tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang dengannya Allah Subhanahu wa Ta'ala hendak menakut-nakuti hamba-hamba-Nya. Seluruh musibah gempa yang terjadi dan perkara lainnya yang membuat kemudharatan para hamba dan menyebabkan gangguan bagi mereka, adalah disebabkan kesyirikan dan maksiat.”

ู…َุง ุฃَุตَุงุจَูƒَ ู…ِู†ْ ุญَุณَู†َุฉٍ ูَู…ِู†َ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَู…َุง ุฃَุตَุงุจَูƒَ ู…ِู†ْ ุณَูŠِّุฆَุฉٍ ูَู…ِู†ْ ู†َูْุณِูƒَ

“Tidaklah satu kebaikan menimpamu melainkan itu dari Allah dan tidaklah satu kejelekan menimpamu melainkan karena ulah dirimu sendiri.” (An-Nisa`: 79)



Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullahu berkata: “Yang wajib dilakukan oleh seluruh muslimin adalah bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, istiqamah di atas agamanya dan berhati-hati dari seluruh perkara yang dilarang berupa syirik dan maksiat. Sehingga mereka memperoleh pengampunan, kelapangan, keselamatan di dunia dan di akhirat dari seluruh kejelekan, dan Allah Subhanahu wa Ta'ala menolak dari mereka seluruh musibah, lalu menganugerahkan kepada mereka setiap kebaikan. Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman:

ูˆَู„َูˆْ ุฃَู†َّ ุฃَู‡ْู„َ ุงู„ْู‚ُุฑَู‰ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَุงุชَّู‚َูˆุง ู„َูَุชَุญْู†َุง ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุจَุฑَูƒَุงุชٍ ู…ِู†َ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ูˆَุงْู„ุฃَุฑْุถِ ูˆَู„َูƒِู†ْ ูƒَุฐَّุจُูˆุง ูَุฃَุฎَุฐْู†َุงู‡ُู…ْ ุจِู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَูƒْุณِุจُูˆْู†َ

“Seandainya penduduk negeri itu beriman dan bertakwa niscaya Kami bukakan bagi mereka berkah dari langit dan bumi, akan tetapi mereka malah mendustakan maka Kami pun menyiksa mereka disebabkan apa yang dulunya mereka upayakan.” (Al-A’raf: 96)

Kemudian Syaikh menukilkan ucapan Al-’Allamah Ibnul Qayyim rahimahullahu: “Di sebagian waktu Allah Subhanahu wa Ta'ala mengizinkan bumi untuk bernapas panjang. Ketika itu terjadilah gempa/goncangan yang besar, sehingga menimbulkan ketakutan pada hamba-hamba-Nya, lalu mereka kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan mencabut diri dari maksiat, tunduk patuh kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan menyesali diri, sebagaimana ucapan sebagian salaf ketika terjadi gempa bumi: ‘Sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian.’ Ketika terjadi gempa di kota Madinah, ‘Umar ibnul Khaththab radhiallahu 'anhu berkhutbah dan memberi nasehat kepada penduduk Madinah dan beliau berkata: ‘Kalau gempa ini terjadi lagi, aku tidak akan tinggal bersama kalian di Madinah ini.’

Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu menasehatkan: “Ketika terjadi gempa bumi dan tanda-tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta'ala lainnya, gerhana, angin kencang dan banjir, yang wajib dilakukan adalah bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, tunduk menghinakan diri kepada-Nya dan memohon maaf/kelapangan-Nya serta memperbanyak mengingat-Nya dan istighfar pada-Nya. Sebagaimana ucapan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika terjadi gerhana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Bukhari dan Al-Imam Muslim: “Apabila kalian melihat gerhana maka berlindunglah kalian dengan zikir/mengingat Allah, berdoa kepada-Nya dan istighfar.”



Disenangi pula untuk memberikan kasih sayang kepada fakir miskin dan bersedekah kepada mereka dengan dalil sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam:

ุงَู„ุฑَّุงุญِู…ُูˆْู†َ ูŠَุฑْุญَู…ُู‡ُู…ُ ุงู„ุฑَّุญْู…ู†ُ، ุงِุฑْุญَู…ُูˆْุง ู…َู†ْ ูِูŠ ุงْู„ุฃَุฑْุถِ ูŠَุฑْุญَู…ُูƒُู…ْ ู…َู†ْ ูِูŠ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ

“Orang-orang yang menyayangi (memiliki sifat rahmah) akan dirahmati oleh Ar-Rahman. Sayangilah orang yang ada di bumi niscaya Yang di langit akan merahmati kalian.” [2]



ู…َู†ْ ู„ุงَ ูŠَุฑْุญَู…ُ ู„ุงَ ูŠُุฑْุญَู…ُ

“Siapa yang tidak menyayangi maka ia tidak akan disayangi/dirahmati.” [3]

Diriwayatkan dari ‘Umar bin Abdil ‘Aziz rahimahullahu bahwa beliau mengirim surat kepada gubernur-gubernurnya ketika terjadi gempa agar mereka bersedekah.



Termasuk sebab kelapangan dan keselamatan dari semua kejelekan adalah agar pemerintah bersegera mengambil tangan rakyatnya dan mengharuskan mereka untuk berpegang dengan kebenaran dan menjalankan syariat Allah Subhanahu wa Ta'ala pada mereka serta amar ma’ruf nahi mungkar. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆْู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†َุงุชُ ุจَุนْุถُู‡ُู…ْ ุฃَูˆْู„ِูŠَุงุกُ ุจَุนْุถٍ ูŠَุฃْู…ُุฑُูˆْู†َ ุจِุงู„ْู…َุนْุฑُูˆْูِ ูˆَูŠَู†ْู‡َูˆْู†َ ุนَู†ِ ุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ ูˆَูŠُู‚ِูŠْู…ُูˆْู†َ ุงู„ุตَّู„ุงَุฉَ ูˆَูŠُุคْุชُูˆْู†َ ุงู„ุฒَّูƒَุงุฉَ ูˆَูŠُุทِูŠْุนُูˆْู†َ ุงู„ู„ู‡َ ูˆَุฑَุณُูˆْู„َู‡ُ ุฃُูˆู„َุฆِูƒَ ุณَูŠَุฑْุญَู…ُู‡ُู…ُ ุงู„ู„ู‡ُ

“Kaum mukminin dan mukminat sebagian mereka adalah wali/kekasih bagi sebagian yang lain. Mereka memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar, mereka menegakkan shalat, menunaikan zakat dan mentaati Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah yang akan dirahmati Allah.” (At-Taubah: 71)



Dan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

ู…َู†ْ ู†َูَّุณَ ุนَู†ْ ู…ُุคْู…ِู†ٍ ูƒُุฑْุจَุฉً ู…ِู†ْ ูƒُุฑَุจِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ู†َูَّุณَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ูƒُุฑْุจَุฉً ู…ِู†ْ ูƒُุฑَุจِ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ. ูˆَู…َู†ْ ูŠَุณَّุฑَ ุนَู„َู‰ ู…ุนْุณِุฑٍ ูŠَุณَّุฑَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَุงْู„ุขุฎِุฑَุฉِ. ูˆَู…َู†ْ ุณَุชَุฑَ ู…ُุณْู„ِู…ًุง ุณَุชَุฑَู‡ُ ุงู„ู„ู‡ُ ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَุงْู„ุขุฎِุฑَุฉِ. ูˆَุงู„ู„ู‡ُ ูِูŠ ุนَูˆْู†ِ ุงู„ْุนَุจْุฏِ ู…َุง ูƒَุงู†َ ุงู„ْุนَุจْุฏُ ูِูŠ ุนَูˆْู†ِ ุฃَุฎِูŠْู‡ِ

“Siapa yang melepaskan seorang mukmin dari satu bencana/kesulitan dunia niscaya Allah akan melepaskannya dari satu bencana di hari kiamat. Siapa yang memberi kemudahan bagi orang yang sedang kesulitan niscaya Allah akan memberikan kemudahan baginya di dunia dan di akhirat. Siapa yang menutup kejelekan/cacat seorang muslim, Allah pun akan menutup cacatnya di dunia dan di akhirat. Dan Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” [4]



Demikian nasehat dari Asy-Syaikh Ibnu Baz –semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala merahmati beliau dengan rahmat-Nya yang luas dan melapangkan beliau di kuburnya, amin–. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala merahmati penduduk negeri ini dan menghilangkan musibah dari mereka serta memberi taufik kepada mereka agar bertaubat dan kembali kepada agama-Nya yang benar. Semoga penduduk negeri ini mengambil pelajaran yang berharga di bulan mubarak ini, bulan Ramadhan nan penuh keberkahan, menambah iman dan takwa mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala hingga mereka menjadi , orang-orang yang dibebaskan dari api neraka. Allahumma amin.

Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.



Footnote :

1. Dinukil secara ringkas dari kitab Majmu’ Fatawa Ibni Baz, 9/148-152.

2. HR. At-Tirmidzi no. 1924, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah, no. 922

3. HR. Al-Bukhari no. 7376

4. HR. Muslim no. 6793 Read More...